Warta Ekonomi.co.id, Jakarta
Pompom Saham adalah istilah untuk menghasut orang agar orang tersebut membeli suatu saham. Biasanya, oknum menggunakan cara dengan memberikan kesan bagus untuk perusahaan tersebut.

Saham pompom juga sama adengan saham gorengan, yakni saham lapis tiga (third layer). Saham pompom itu dinaikkan dengan cepat oleh bandar saham sehingga saham perusahaan tersebut ‘terlihat’ baik.

Kata dasar dari pompom saham ini adalah ‘pump’ atau memompa yakni suatu benda kalau dipompa akan semakin besar dalam waktu cepat. Karena itulah pompom saham dipompa agar harga semakin tinggi dalam waktu singkat oleh bandar saham.

Bandar saham adalah orang-orang yang bisa berasal dari perusahaan sekuritas atau kelompok tertentu untuk menaikkan harga suatu saham dengan menyebar sentimen dan rumor tertentu. Bandar saham ini akan bermain ‘curang’ dengan memberikan arahan bahwa saham tersebut akan naik.

Padahal jelas terlihat bahwa saham tersebut tidak likuid atau tidak jelas pergerakan sahamnya. Tujuannya adalah trader membeli saham tersebut sehingga memudahkan bandar melakukan transaksi saham.

Rata-rata yang menjadi korban dari tindakan ini adalah mereka yang baru bergabung dalam saham dan belum memiliki banyak pengetahuan dan pengalaman tentang dunia saham. Banyak orang-orang yang membeli saham hanya berdasarkan rekomendasi atau ajakan yang subyektif atau hanya berdasarkan pada pandangan pribadi seseorang tersebut.

Karena itulah para investor saham pemula harus memahami pompom saham sebagai berikut:

Apabila terlalu diulas positif selama beberapa waktu, ada kemungkinan saham tersebut sedang dipompom. Informasi saham positif yang berkelanjutan ini juga terkadang dilakukan sebelum bursa perdagangan saham dibuka. Tujuannya adalah mempengaruhi psikologis trader
Dalam sebuah komunitas saham online pasti ada orang sekuritas yang bergabung. Adanya analisis ini akan semakin memperkuat atau membantu para bandar saham dalam tugasnya. Jadi, pemain saham semakin tertarik untuk membeli atau menjualnya.
Sudah menjadi rahasia umum jika pasar bergerak dinamis. Harga saham akan naik atau turun jika terjadi deal antara penjual dan pembeli, atau match done. Karena hal inilah, mulus atau tidaknya pompom saham tidak lepas dari campur tangan orang lain.

Para investor saham sebaiknya menganalisa saham secara mandiri dan obyektif. Jangan mudah terpengaruh dengan ajakan yang belum jelas. Pastikan fundamental perusahaan tersebut secara obyektif, jangan hanya karena ikut-ikutan. Selain itu, aturlah mental diri dan psikis dengan baik, jangan membeli saham tanpa analisa

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *